Kamis, 29 Oktober 2015

Aladdin and the Magic Lamp (beserta arti)

Aladdin and the Magic Lamp

Once upon a time, in the city of Persia, a mother lived with her son called Aladdin. One day a man approached Aladin playing. Then the man recognizes Aladdin as his nephew. Men were invited Aladin go out of town with the permission of Aladdin's mother to help her. The path taken so far. Aladin complained of exhaustion to his uncle but instead he shouted at and told to look for firewood, if not Aladin kills. Aladin finally realized that the man was not her uncle but a witch. Male witch was then lit a fire with firewood and began to utter the incantation. "Kraak ..." suddenly become hollow ground like a cave.
In the opening of the cave, there are stairs to the bottom. "Come on down! Get me an antique lamp in the bottom of the cave," cried the witch. "No, I'm afraid to go down there," replied Aladdin. The magician then takes out a ring and gave it to Aladdin. "It is a magic ring, this ring will protect you," said the witch. Finally Aladin down the stairs it with fear. Having reached the bottom he found the trees bear fruit gems. After the fruit gems and lights that were there brought, he immediately climbed the stairs back. However, the door was closed most holes. "Quickly give the lights!", Cried the witch. "No! This lamp will give after I got out," replied Aladdin. After debate, the witch became impatient and finally "Slam!" door opening is closed by the magician then leave Aladin trapped in an underground pit. Aladin be sad, and sat. "I'm hungry, I want to meet her mother, God, help me!", Said Aladdin.
Aladin pressed his hands and rubbed his fingers. Suddenly, around it becomes red and smoke rising. Along with that came a giant. Aladin very frightened. "Forgive me, because it was shocking Mr", I was a fairy ring giant said it. "Oh, then take me back home." "Well sir, take kepunggungku, we'll get out of here," said the fairy ring. In a short time, Aladin already up in front of his house. "If I call upon the lord require rubbing the ring master."
Aladin tell all things in the natural to her mother. "Why the witch wants this filthy light huh?", Said Mrs. rubbing cleaning the lamp. "Syut!" Suddenly smoke rose and appeared a giant fairy lights. "Tell command Mrs", said the fairy lights. Aladin who've never experienced anything like this gave the order, "we are hungry, please prepare food for us". In a short time the fairy lights bring a delicious meal-delicious then menyuguhkannya. "If anyone wants anymore, just call me by rubbing the lamp," said the fairy lights.
Thus the day, month, tahunpun changed, Aladdin live happily with his mother. Aladin has now become a young man. One day through a princess in front of her house. He was fascinated and fell in love with the gorgeous daughter. Aladdin and his mother to tell her desire to marry the king's daughter. "Quiet Aladin, Mother'll try". Mom went to the royal palace by bringing jewels belonging Aladin. "Sire, it is a gift to the king of my son." The king was very pleased. "Well ..., son certainly a handsome prince, tomorrow I will come to your palace to take along my daughter".

Upon arriving at her house immediately rub the lamp and asked the fairy lights to bring a palace. Aladdin and his mother waited at the top of the hill. Soon the fairy lights come with a magnificent castle on his back. "Sir, this palace". The next day the King and his daughter came to visit the magnificent Palace of Aladdin. "Will you make my son as a wife?", Asked the King. Aladin very happy to hear it. Then they both perform weddings.
Far away, the witch turns seeing it all through a crystal ball. He then went to the Aladdin and pretending to be a seller in front of the Palace Aladdin's lamp. He shouted, "change your old lights with new lights!". Empress who saw Aladdin magic lamp obsolete soon come out and exchange it for a new lamp. Soon magician rubs the lamp and ordered the fairy lights and bring the castle and its contents to his wife Aladin.
When Aladin home from touring, he was very surprised. Then call the fairy ring and asked him what had happened. "Then please return it back everything to me," cried Aladdin. "Sorry sir, my power was not as fairy lights," said the fairy ring. "Well, then I'll take it. Help Deliver you there", exclaimed Aladdin. Arriving at the Palace, Aladdin sneak in looking for a room where the princess locked up. "The witch is sleeping due to drinking beer," said the Princess. "Well, do not worry I'll take back the magic lamp, we will be victorious," replied Aladdin.
Aladin settles approached the sleeping witch. Turns magic lamp sticking out of his pocket. Aladdin then pick it up and immediately rub. "Get rid of these criminals," cried Aladdin to the fairy lights. Witch woke up, then attack Aladin. But fairy lights slam witches to death. "Thank you fairy lights, and bring us back to the Persian Palace". Arriving in the Persian Aladin happy life. He uses the magic of fairy lights to help the poor and distress.





Aladin dan Lampu Ajaib

Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar, kalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir. Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. "Kraak…" tiba-tiba tanah menjadi berlubang seperti gua.
Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya. "Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu", seru si penyihir. "Tidak, aku takut turun ke sana", jawab Aladin. Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya kepada Aladin. "Ini adalah cincin ajaib, cincin ini akan melindungimu", kata si penyihir. Akhirnya Aladin menuruni tangga itu dengan perasaan takut. Setelah sampai di dasar ia menemukan pohon-pohon berbuah permata. Setelah buah permata dan lampu yang ada di situ dibawanya, ia segera menaiki tangga kembali. Tetapi, pintu lubang sudah tertutup sebagian. "Cepat berikan lampunya !", seru penyihir. "Tidak ! Lampu ini akan kuberikan setelah aku keluar", jawab Aladin. Setelah berdebat, si penyihir menjadi tidak sabar dan akhirnya "Brak!" pintu lubang ditutup oleh si penyihir lalu meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih, dan duduk termenung. "Aku lapar, Aku ingin bertemu ibu, Tuhan, tolonglah aku !", ucap Aladin.
Aladin merapatkan kedua tangannya dan mengusap jari-jarinya. Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. "Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan", saya adalah peri cincin kata raksasa itu. "Oh, kalau begitu bawalah aku pulang kerumah." "Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini", ujar peri cincin. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. "Kalau tuan memerlukan saya panggillah dengan menggosok cincin Tuan."
Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. "Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?", kata Ibu sambil menggosok membersihkan lampu itu. "Syut !" Tiba-tiba asap membumbung dan muncul seorang raksasa peri lampu. "Sebutkanlah perintah Nyonya", kata si peri lampu. Aladin yang sudah pernah mengalami hal seperti ini memberi perintah,"kami lapar, tolong siapkan makanan untuk kami". Dalam waktu singkat peri Lampu membawa makanan yang lezat-lezat kemudian menyuguhkannya. "Jika ada yang diinginkan lagi, panggil saja saya dengan menggosok lampu itu", kata si peri lampu.

Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. "Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya". Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. "Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku." Raja amat senang. "Wah..., anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku".
Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta peri lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian peri lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. "Tuan, ini Istananya". Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. "Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?", Tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan.
Nun jauh disana, si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, "tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru !". Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan peri lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.
Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut. Lalu memanggil peri cincin dan bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. "Kalau begitu tolong kembalikan lagi semuanya kepadaku", seru Aladin. "Maaf Tuan, tenaga saya tidaklah sebesar peri lampu," ujar peri cincin. "Baik kalau begitu aku yang akan mengambilnya. Tolong Antarkan kau kesana", seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung. "Penyihir itu sedang tidur karena kebanyakan minum bir", ujar sang Putri. "Baik, jangan kuatir aku akan mengambil kembali lampu ajaib itu, kita nanti akan menang", jawab Aladin.

Aladin mengendap mendekati penyihir yang sedang tidur. Ternyata lampu ajaib menyembul dari kantungnya. Aladin kemudian mengambilnya dan segera menggosoknya. "Singkirkan penjahat ini", seru Aladin kepada peri lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi peri lampu langsung membanting penyihir itu hingga tewas. "Terima kasih peri lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali ke Persia". Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Ia mempergunakan sihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar