TUGAS : REMISI BAB 1 - 4
Disusun
O
L
E
H
Bunga Nurmalasari
Kelas : X MIA 1
SMA NEGERI 2 PONTIANAK
Tahun Ajaran 2016/2017
BAB 1
KONSEP ILMU EKONOMI
A.
Manusia sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi
1. Manusia sebagai makhluk sosial
Manusia dalam menghadapi kehidupannya tidak dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sendirian karena setiap manusia akan
bergantung kepada manusia yang lain. Hal ini yang menyebutkan bahwa manusia
adalah makhluk sosial (homo socialis). Sebagai makhluk sosial manusia
melakukan berbagai kegiatan, berinteraksi dengan sesama manusia dan
lingkungannya. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan hidupnya dan berkembang.
2. Manusia sebagai makhluk ekonomi
Dalam hidupnya, manusia selalu menginginkan
kebutuhannya terpenuhi. Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia dalam hidupnya
menggunakan prinsip-prinsip ekonomi agar kebutuhannya terwujud. Dengan
prinsip-prinsip ekonomi akan tercapai kemakmuran yang dicita-citakan. Hal ini
menunjukkan bahwa manusia adalah sebagai homo economicus artinya hidup menurut
kepentingan diri sendiri.
3. Peran
manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral
Dalam kaitannya dengan kegiatan
ekonomi, manusia memiliki tiga peran, yaitu sebagai produsen, konsumen, dan
distributor. Sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral, maka dalam
melakukan kegiatan ekonomi hendaknya memerhatikan norma, tradisi dan agama yang
ada.
B.
Memahami makna ekonomi dan ilmu ekonomi
1.
ekonomi
Kata
"ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti
"keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan,
aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan
rumah tangga".Secara luas, ekonomi mempelajari kegiatan manusia dalam
memenuhi kebutuhannya.
2.
Ilmu ekonomi
Ilmu ekonomi adalah ilmu tentang usaha – usaha manusia dalam memenuhi
kebutuhannya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Ekonommi dikatakan
sebagai ilmu karena memiliki komponen komponen ilmu, yaitu teori,fakta,fenomena
dan konsep.
a.
Dimensi ilmu ekonomi
ilmu ekonomi dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu
1. Ilmu ekonomi teori
Yaitu
ilmu ekonomi yang mengkaji masalah masalah ekonomi,menganalisis,dan membuat
kesimpulan ekonomi. Ilmu ekonomi teori dibagi menjadi ilmu ekonomi mikro
(membahas masalah khusus) dan makro (membahas masalah dengan keseluruhan).
2. Ilmm ekonomi terapan
Yaitu bagian dari ilmu ekonomi yang merupakan penerapan ilmu ekonomi
teori.
3. Ilmu ekonomi deskriptif
Yaitu ilmu ekonomi yang menggambarkan maslah ekonomi suatu
negara secara khusus.
3. Tujuan mempelajari ilmu
ekonomi
Yaitu untuk membuat skala prioritas
kebutuhan yang jumlahnya tidak terbatas.
4. Manfaat mempelajari ilmu
ekonomi
Dapat membantu :
·
Individu maupun
perusahaan dalam membentuk prioritas kebutuhan yang ingin dipenuhi
·
Mempelajari perilaku
manusia dalam memanfaatkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan.
·
Memilih alat pemuas
kebutuhan yang efektif dan efisien.
5. Motif ekonomi
Motif ekonomi adalah alasan atau seseorang
tujuan itu seseorang melakukan tindakan. ekonomi dibagi Motif menjadi dua
aspek:
- ekonomi Motif intrinsik, disebut sebagai keinginan untuk mengambil tindakan pada ekonomi mereka sendiri.
- Motif ekstrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk mengambil tindakan terhadap dorongan ekonomi lain.
6. Prinsip ekonomi
“Dengan pengorbanan tertentu ingin memperoleh hasil sebesar besarnya dan
dengan pengorbanan sekecil kecilnya ingin memperoleh hasil tertentu.”
7. Tindakan ekonomi
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia diharuskan membuat skala
prioritas untuk menetapkan pilihan atau cara yang tepat dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya.
BAB 2
MASALAH POKOK EKONOMI
Perbedaan antara kebutuhan dan keinginan
ü
Kebutuhan adalah segala
sesuau yang dibutuhkan oleh seseorang dan harus dipenuhi
ü
Keinginan adalah segala
sesuatu yang inigin dimiliki namun tidak harus dipenuhi.
1. Menurut
intensitas kegunaan (menurut tingkatannya)
Berdasarkan intensitas kegunaannya, kebutuhan dibedakan menjadi tiga yaitu
kebutuhan primer, sekunder, dan tertier.
a. Kebutuhan primer
Kebutuhan primer disebut juga kebutuhan pokok atau dasar, yaitu kebutuhan
yang harus dipenuhi karena sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia.
Kebutuhan ini meliputi makanan, pakaian, dan perumahan (pangan, sandang, dan
papan).
b. Kebutuhan sekunder
Kebutuhanmerupakan kebutuhan yang bersifat pelengkap setelah manusia dapat
memenuhi kebutuhan primer.Seperti; televisi,AC,gadget.
c. Kebutuhan tersier (lux)
Kebutuhan tertier atau
kebutuhan akan barang mewah antara lain villa, mobil mewah/ kapal pesiar dan
kebutuhan mewah lainnya.Kebutuhan tersier timbul setelah kebutuhan primer dan
sekunder terpenuhi.
2. Menurut
waktu
Berdasarkan waktunya,
kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan sekarang, kebutuhan mendesak, dan
kebutuhan yang akan datang.
a. Kebutuhan sekarang
Kebutuhan ini
merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini atau tidak dapat ditunda, misalnya
kebutuhan pokok (makanan saat lapar) dan kesehatan (obat untuk orang sakit).
b. Kebutuhan yang akan datang
Kebutuhan ini lebih
mengarah pada persiapan-persiapan guna menghadapi kebutuhan pada waktu yang
akan datang. Misalnya menabung di bank, asuransi, dan tabungan hari tua bagi
orang yang akan pensiun.
4. Menurut
sifat
Berdasarkan sifatnya,
kebutuhan manusia dibedakan menjadi kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
a. Kebutuhan jasmani atau material
Kebutuhan ini
berkenaan dengan tuntutan fisik. Misalnya kebutuhan akan minuman, makanan, dan
pakaian yang cukup.. Dengan demikian dapat diketahui bahwa kebutuhan jasmani
(material) merupakan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk memelihara
badannya.
b. Kebutuhan rohani (nonmaterial)
Kebutuhan ini
merupakan kebutuhan yang dibutuhkan oleh jiwa dan hati(hanya dapat dirasakan
manfaatnya)seperti liburan,ibadah, dan pendidikan.
c. Menurut
subyek yang membutuhkan
Berdasarkan subyek
yang membutuhkan, kebutuhan manusia dibedakan menjadi kebutuhan individual dan
kebutuhan kelompok atau kolektif.
a. Kebutuhan individual
Kebutuhan ini
berhubungan langsung atau diperuntukkan bagi perseorangan. Manusia sebagai
makhluk pribadi, mempunyai kepentingan atau kebutuhan yang berbeda-beda.
Misalnya kebutuhan pakaian seorang guru berbeda dengan seorang petani atau
buruh pabrik.
b. Kebutuhan bersama
Kebutuhan yang
dimanfaatkan atau dirasakan secara bersama-sama dalam masyarakat. Misalya
kebutuhan adanya pasar, jalan, jembatan, listrik, dan rumah sakit.
Faktor Faktor yang
memengaruhi kebutuhan
a)
Pendidikan
b)
Pendapatan
c)
Perkembangan zaman
d)
Kondisi lingkungan
e)
Agama
Macam-Macam Alat Pemuas Kebutuhan
Alat pemuas kebutuhan adlah
segaka sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan manusia berupa barang/jasa.
1. Menurut Kegunaannya
a. Barang
konsumsi
Barang konsumsi merupakan barang yang dapatd igunakan
atau dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup. Barang ini sering disebut barang
jadi atau barang siap pakai. Misalnya sepatu, jam tangan, roti, minuman kaleng,
perabotan rumah tangga dan lain-lain.
b. Barang produksi
barang produksi adalah barang modal yang digunakan untuk memproduksi barang
lain.Contohnya kacang kedeai untuk membuat tahu,tempe,dan kecap.
2. Menurut Proses Pembuatannya
Berdasarkan proses pembuatannya, benda
dibedakan menjadi bahan mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi.
a. Bahan Mentah
(bahan baku)
Bahan mentah merupakan bahan dasar atau barang yang
belum mengalami proses produksi. Misalnya kapas, kayu, rotan, padi, tembakau,
kulit.
b. Barang
Setengah Jadi
Barang setengah jadi merupakan barang yang sudah
diproses tetapi belum siap pakai. Misalnya benang dari kapas untuk membuat kain
(tekstil) dan kopra dari kelapa untuk membuat minyak goreng.
c. Barang Jadi
Barang jadi merupakan barang yang sudah diproses
produksi dan siap pakai untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya, sepatu, pakaian,
minuman dalam keleng.
3. Menurut Cara Memperoleh
a. Barang ekonomi
Rumah, pakaian, makanan dan minuman, dan kendaraan
merupakan barang ekonomi. Barang ekonomi merupakan barang pemuas kebutuhan yang
jumlahnya terbatas, tidak sebanding dengan yang dibutuhkan masyarakat. Karena
sangat terbatas jumlahnya, maka diperlukan pengorbanan untuk mendapatkannya.
b. Barang bebas
Barang bebas merupakan barang pemuas kebutuhan yang
jumlahnya tidak terbatas sehinggga untuk mendapatkannya tidak perlu
mengeluarkan biaya atau pengorbanan. Barang ini tersedia dalam jumlah yang
melebihi dan merupakan pemberian alam, seperti air laut, sinar matahari, udara,
pasir dipadang pasir.
Ada kalanya barang bebasdapat berubah status menjadi
barang ekonomi. Misalnya apabila seseorang tinggal di dearah yang sumber airnya
melimpah, baik, dan jernih, maka air tersebut merupakan barang bebas.
Sedangkan untuk penduduk yang beriam di kota-kota besar, air bersih umumnya
diperoleh melalui jasa Perusahaan Air Minum atau penjual air keliling. Dalam
hal ini, air sudah berubah menjadi barang ekonomi.
4. Menurut Hubungannya dengan barang Lain
a. Barang
substitusi
Barang substitusi merupakan barang pemuas kebutuhan
yang pemakaiannya dapat saling mengganti. Misalnya, beras dengan jagung, tidak
ada kain wol dapat diganti dengan wol sintesis, mentega dengan margarine, dan
sebagainya.
b. Barang
komplementar
Barang komplementer atau barang pelengkap merupakan
barang pemuas kebutuhan yang dalam penggunaannya saling melengkapi. Barang ini
baru dirasakan manfaatnya jika dipakai bersama dengan barang pemuas kebutuhan
yang lain. Misalnya tinta dengan bolpoint, kamera dengan filmnya, bensin dengan
kendaraan, dan kopi dengan gula.
Kegunaan Alat Pemuas Kebutuhan
Barang akan bermanfaat apabila dapat
memuaskan kebutuhan manusia atau pada saat barang itu mempunyai nilai guna
(utility). Nilai guna barang ada beberapa macam, yaitu kegunaan bentuk,
kegunaan dasar, kegunaan tempat, kegunaan pemilikan, dan kegunaan waktu.
1. Kegunaan
bentuk (form utility)
Barang atau benda itu mempunyai nilai guna setelah
diubah terlebih dahulu dari bentuk aslinya. Kayu gelondongan akan mempunyai
nilai guna yang lebih tinggi apabila diubah bentuknya menjadi meja, kursi,
lemari, dan bentuk lainnya.
2. Kegunaan dasar
(elementary utility)
Kegunaan macam ini merupakan peningkatan dari bahan
dasar menjadi barang jadi yang mempunyai nilai guna lebih tinggi dari pada
barang atau bahan asalnya. Misalnya, kapas sebagai bahan dasar bennag, benang
sebagai bahan dasar untuk membuat kain/ tekstil, kain/ tekstil merupakan bahan
dasar untuk membuat pakaian.
3. Kegunaan
tempat (utility of place)
Ada kalanya barang menjadi lebih berguna jika
dipindahkan ketempat lain. Misalnya, pasir yang da di sungai atau di daerah
gunung berapi (bekas letesan gunung berapi) akan sangat berguna setelah
diangkut ke tempat-tempat lain sebagai bahan bangunan.
4. Kegunaan
pemilikan (ownership utility)
Suatu barang akan menjadi lebih berguna apabila barang
tersebut telah dimiliki. Kegunaan pemilikan ini menunjuk pada pertambahan nilai
guna barang pemuas kebutuhan, sesudah barang itu dimiliki. Misalnya, laptop
yang dipajang ditoko akan mempunyai nilai guna lebih jika sudah dimiliki oleh
seorang (wartawan, pengarang, dan mahasiswa).
5. Kegunaan waktu
(time utility)
Kegunaan waktu ini menunjukkan bahwa barang pemuas
kebutuhan akan lebih menjadi berguna pada saat barang tersebut dimanfaatkan
atau digunakan. Misalnya jas hujan dan payung akan besar manfaatnya pada musim
penghujan.
Kelangkaan
Kelangkaan atau scarcity adalah
keadaan timpang antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas, dihadapkan pada
sarana ekonomi yang terbatas. Kelangkaan (scarcity) ada
karena orang ingin memiliki lebih banyak barang dan jasa yang diproduksi dari
sumberdaya yang tersedia.
·
Hal-hal yang menyebabkan timbulnya kelangkaan antara
lain:
Terbatasnya
persediaan sumber daya alam
Terbatasnya
kemampuan manusia untuk mengolah
Keserakahan
manusia, yang mengakibatkan berkurang dan cepat rusaknya barang-barang yang
dapat dimanfaatkan sebagai benda pemuas kebutuhan.
Meningkatnya
kebutuhan manusia yang lebih cepat dari kemampuan manusia
untuk menghasilkan atau menemukan sumber-sumber baru.
·
Cara mengatasi kelangkaan:
Menghemat penggunaan sumber daya alam
Memelihara dan melestarikan sumber
daya alam dengan baik
Menciptakan alat pemuas/barang
pengganti (barang substitusi)
Meningkatkan pengelolaan berbagai
macam sumber daya alam, sehingga lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia
Terbatasnya sumber
ekonomi membuat manusia melakukan segala usaha bahkan jika perlu dengan
pengorbanan tertentu misalnya menghabiskan dana, tenaga, dan pikiran yang tidak
sedikit, agar bisa memenuhi kebutuhan hidup.
Adapun penyebab
kelangkaan sumber ekonomi itu, antara lain, kelangkaan sumber
alam, tenaga kerja, serta modal dan teknologi.
A. Faktor produksi sebagai sumber ekonomi
Beragamnya kebutuhan
hidup dan terbatasnya sumber ekonomi atau barang dan jasa menjadikan manusia
harus berusaha mencari jalan keluar. Barang dan jasa merupakan sumber daya
ekonomi yang jumlahnya terbatas atau langka. Langka berarti jumlahnya relatif
sedikit dibanding dengan jumlah yang dibutuhkan manusia.
Untuk menghasilkan barang dan jasa diperlukan usaha yang disebut produksi.
Usaha produksi memerlukan sumber daya produksi. Sumber daya-sumber daya
tersebut terdiri dari sumber-sumber alam (tanah, air, hutan, bahan-bahan
tambang, dan sebagainya), sumber daya nara atau manusia (pengusaha, modal, dan
segala macam alat buatan manusia yang membantu dalam proses produksi).
Sumber-sumber daya ini disebut faktor-faktor produksi karena diperlukan dalam
proses produksi yang menghasilkan barang dan jasa.
Terbatasnya sumber ekonomi membuat manusia melakukan segala usaha bahkan jika
perlu dengan pengorbanan tertentu misalnya menghabiskan dana, tenaga, dan
pikiran yang tidak sedikit, agar bisa memenuhi kebutuhan hidup.
Adapun penyebab kelangkaan sumber
ekonomi itu, antara lain, kelangkaan sumber alam, tenaga kerja, serta modal dan
teknologi.
1. Kelangkaan
sumber alam
Tidak semua negara
di dunia memiliki sumber alam yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan manusia.
Bagi negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Belkamu, dan negara maju lain,
biasanya mengalami kelangkaan sumber alam berupa bahan mentah, misalnya minyak
bumi, rempah-rempah, hasil hutan, dan hasil penangkapan dari laut. Sumber alami
yang lain dan dianggap langka juga termasuk kategori sumber ekonomi, misalnya
besi, perak, nikel, emas, tembada, dan barang galian lainnya. Sumber ekonomi
ini dapat diperjualbelikan dan tidak semua tanah di muka bumi ini mengandung
bahan tersebut. Apakah air termasuk sumber alami yang langka? Demikian juga
matahari, dapat disebut langka atau tidak?
2. Kelangkaan tenaga kerja
Indonesia dengan
jumlah penduduk 210 juta jiwa sebenarnya sangat potensial, apabila dimanfaatkan
untuk kepentingan pembangunan. Hanya saja ada permasalahan mengenai tenaga
kerja yang potensial sekaligus produjtif. Permasalahan ketenagakerjaan di
negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia, Brasilia, Kolumbia, India,
dan negara berkembang lain adalah di satu sisi jumlahnya besar tetapi pada sisi
lain masih kurang produktif. Artinya, mayoritas tenaga kerja yang ada di
negara-negara itu memiliki sifat: (a) kurang terdidik (tingkat pendidikan
rendah), (b) kurang terlatih, (c) kurang pengalaman, (d) kurang terampil, (e)
kurang memiliki jiwa wiraswasta, dan (f) kurang kreatif.
Di Indonesia dan
negara berkembang lainnya, tenaga ahli termasuk langka. Meskipun tenaga kerja
banyak, kualifikasi yang dibutuhkan dunia kerja kurang memenuhi syarat.
Penawaran tenaga kerja dari masyarakat terlalu banyak, sedangkan tenaga kerja
yang dibutuhkan sedikit.
3. Kelangkaan modal dan
teknologi
a. Kelangkaan
Modal
Kekurangan modal
berupa uang untuk membiayai kegiatan produksi biasanya dihadapi negara miskin
dan negara yang sedang berkembang, misalnya kendala modal untuk pengadaan bahan
mentah, membayar gaji, dan pembayaran lainnya.
b. Kelangkaan
Teknologi
Bagi negara yang
sedang berkembang, teknologi dapat dikatakan masih langka sehingga perlu
didatangkan dari negara maju. Teknologi dalam hal ini berupa alat produksi,
yang lebih produktif dan lebih canggih. Sebenarnya di negara yang sedang
bekembang teknologi itu ada, tetapi masih tradisional sehingga tingkat
produksinya sangat terbatas, sedangkan yang dibutuhkan adalah teknologi yang
produktivitasnya tinggi. Contohnya kita membeli mesin tenun dari Cina yang
mampu berproduksi dengan cepat untuk menggantikan mesin tenun tradisional yang
lebih lambat.
4. Kelangkaan Sumber Daya
Kewirausahaan
Sumber daya kewirausahaan adalah sumber daya yang
mampu mengombinasikan antara sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber
daya modal. Orang yang memiliki jiwa kewirausahaan masih sedikit jumlahnya.
Oleh karena itu sedikitnya orang yang mampu menyatukan sumber daya yang ada
dapat memengaruhi jumlah hasil produksi. Sehingga hal tersebut dapat
memengaruhi keberadaan alat pemuas kebutuhan di masyarakat.
Keterbatasan-keterbatasan sumber daya di atas jika digunakan untuk memenuhi
kebutuhan yang tidak terbatas dapat menyebabkan kelangkaan alat pemuas
kebutuhan. Terjadinya kelangkaan dapat disebabkan karena faktor-faktor berikut
ini.
a. Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan produksi.
b. Ketersediaan sumber daya alam yang terbatas.
c. Terbatasnya kemampuan manusia.
d. Sifat serakah manusia.
e. Kurangnya tenaga-tenaga ahli.
a. Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan produksi.
b. Ketersediaan sumber daya alam yang terbatas.
c. Terbatasnya kemampuan manusia.
d. Sifat serakah manusia.
e. Kurangnya tenaga-tenaga ahli.
Permasalahan Ekonomi
Masalah Pokok Ekonomi yang Dihadapi
Dalam menghadapi kelangkaan sumber daya, orang harus menetapkan pilihan
terbaik dari berbagai kemungkinan pilihan yang bisa dilakukan. Nah, untuk
menganalisis penentuan pilihan dan permasalahan ekonomi dapat digunakan
beberapa pedoman pertanyaan sebagai berikut.
1. Apa yang akan Diproduksi (What)
Pernahkah terpikir oleh Anda bagaimana asal usul barang dan jasa hingga
bisa memenuhi kebutuhanmu? Tentu saja barang-barang tersebut tidak asal dibuat
saja, melainkan seorang produsenharus mampu menguraikan pertanyaan ”what”.
Pertanyaan ini menyangkut tentang barang apa yang akan dihasilkan dan
berapa banyak jumlah yang akan diproduksi. Jadi, pertanyaan ”what” untuk
menentukan penggunaan satu sumber daya tertentu dan apa yang akan dihasilkan.
2. Bagaimana (How)
Setelah Anda menjawab pertanyaan pertama, pertanyaan selanjutnya yaitu
bagaimana cara memperoleh atau memproduksi barang yang diinginkan tersebut. Ya,
pertanyaan ”how” untuk menentukan bagaimana sumber daya disediakan,
dialokasikan, dan dikombinasikan agar mendapat hasil yang maksimal. Artinya,
hasil yang diinginkan lebih banyak daripada biaya yang dikeluarkan.
3. Untuk Siapa (For Whom)
Di sekitar tempat tinggal Anda mungkin terdapat
industri rumah tangga. Dari kegiatannya, sebenarnya industri tersebut
memproduksi barang untuk siapa? Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam
negeri ataukah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luar negeri? Jika untuk
konsumsi di dalam negeri, masyarakat manakah yang menjadi target penjualan?
Kemudian, bagaimana pendistribusiannya, apakah melalui koperasi, pasar, toko,
atau membeli langsung dari produsen?
Perbedaan Biaya Sehari-hari dengan Biaya Peluang
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,
setiap orang akan berusaha untuk mendapatkan barang dan jasa. Barang dan jasa
yang dibutuhkan oleh setiap orang jumlahnya sangat terbatas dan untuk
mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan terutama berupa uang. Banyaknya uang yang
di korbankan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari disebut biaya sehari-hari.
Biaya sehari- hari dapat dikeluarkan oleh rumah tangga keluarga dan rumah
tangga perusahaan. Biaya sehari-hari yang dikeluarkan oleh rumah tangga
keluarga biasanya berhubungan dengan kebutuhan rumah tangga seperti biaya untuk
membeli makan dan minum, pakaian, majalah, hiburan dan lain-lain.
Biaya sehari-hari yang dikeluarkan oleh
setiap orang berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh pendapatan, selera,
intensitas kebutuhan, lingkungan, adat-istiadat, agama dan lain-lain.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia
selalu dihadapkan dengan masalah keinginan untuk mencukupi segala kebutuhannya
yang berupa alat pemuas kebutuhan. Manusia memiliki banyak kebutuhan dan
keinginan yang semuanya menghendaki pemenuhan. Padahal alat untuk memenuhi
kebutuhan jumlahnya sangat terbatas. Faktor keterbatasan atau kelangkaan itulah
yang mendorong manusia bekerja giat untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Sebab,
untuk memperoleh sarana atau sumber pemenuhan kebutuhan yang terbatas tersebut
diperlukan pengorbanan ekonomis yaitu harus mengeluarkan biaya untuk memenuhi
kebutuhaannya.
Sedangkan biaya sehari-hari yang
dikeluarkan oleh perusahaan berhubungan dengan kegiatan usaha yang dilakukan
seperti biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja, biaya
iklan, biaya sewa, biaya bunga dan lain-lain. Biaya sehari-hari yang dibayar
dengan uang seperti biaya gaji, biaya bahan baku disebut biaya eksplisit,
sedangkan biaya sehari-hari yang tidak dibayar dengan uang seperti biaya
penyusutan peralatan, biaya pemakaian perlengkapan disebut biaya implisit.
Selain biaya sehari-hari, ada juga biaya
yang dikeluarkan oleh setiap pelaku ekonomi baik perorangan maupun perusahaan
yaitu biaya peluang atau biaya kesempatan (opportunity cost). Apakah biaya
kesempatan itu? Biaya kesempatan adalah kesempatan untuk mendapatkan keuntungan
atau mendapatkan barang dan jasa yang dikorbankan karena kita memiliki pilihan
yang lain. Contoh biaya peluang antara lain sebagai berikut :
1. Jika kita memiliki kain 5 meter. Kain
tersebut dapat digunakan untuk membuat baju, membuat korden, membuat taplak
meja dan sprei. Namun jika kita memilih membuat baju, maka kesempatan kita
untuk membuat korden, taplak meja dan sprei hilang. Kesempatan yang hilang
tersebut dinamakan biaya peluang.
2. Pak Danu memiliki sebidang tanah
seluas 1000 m2.Tanah tersebut sebetulnya dapat ditanami tanaman-tanaman seprti
singkong, pepaya, pisang dan lain-lain, tetapi Pak Danu membiarkan tanah
tersebut kosong tidak ditanami tanaman-tanaman. Kesempatan untuk mendapatkan
hasil tanaman yang hilang tersebut dinamakan biaya peluang.
Dalam kehidupan sehari-hari, pada
umumnya pelaku ekonomi kurang memperhatikan biaya peluang yang dikorbankan,
sehingga banyak potensi atau sumber daya yang tidak dimanfaatkan secara
maksimal.
Biaya peluang timbul akibat adanya
kenyataan bahwa faktor produksi atau sumber daya ekonomi yang tersedia bagi
suatu perekonomian jumlahnya sangat terbatas atau langka. Sumber ekonomi yang
sangat terbatas tidak dapat seenaknya diambil dan digunakan, tetapi harus
diperoleh dengan pengorbanan. Misalnya Budi memiliki uang sebesar Rp
150.000,00. Ia ingin membeli tas senilai Rp 125.000,00, tetapi ia juga harus
membeli buku pelajaran senilai Rp 75.000,00. Ternyata, Budi memutuskan untuk
membeli tas daripada buku pelajaran. Dengan demikian, biaya peluang yang
dikorbankan Budi ialah senilai dengan harga buku pelajaran yang tidak terbeli,
yaitu Rp 75.000,00.
Dengan kenyataan adanya kelangkaan /
keterbatasan sumber ekonomis, manusia terpaksa mengadakan pilihan-pilihan atau
memilih peluang yang ada. Artinya bahwa apabila telah dipilih penggunaan suatu
sumber ekonomi berarti hilanglah alternatif penggunaan sumber ekonomi yang
lain. Jelasnya, untuk memperoleh suatu barang, haruslah mau mengorbankan barang
lain. Intinya bahwa bagaimana dengan biaya-biaya yang tersedia manusia bisa
memilih peluang/alternatif yang tepat untuk memenuhi kebutuhannya.
Secara sederhana, biaya yang dikorbankan
Budi karena memilih tas daripada buku pelajaran ialah senilai harga buku
tersebut. Tetapi, biaya peluang yang muncul sebenarnya tidak hanya itu. Biaya
peluangnya senilai harga buku pelajaran ditambah dengan kesempatan mendapat
ilmu dan nilai yang lebih tinggi saat ujian. Jadi, biaya peluang dari suatu
pilihan termasuk semua resikonya, baik kehilangan uang maupun manfaat lain yang
menyertainya.
Kelangkaan atau keterbatasan memaksa
kamu untuk memilih salah satu dari beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi.
Artinya, kamu akan melepas peluang atau kesempatan untuk memenuhi satu jenis
kebutuhan lainnya.
Biaya peluang ini akan muncul karena
kamu harus memutuskan apa saja yang dapat dilakukan dengan waktu dan pendapatan
yang terbatas. Mungkin kamu sering bertanya: "Haruskah saya naik bus kota
atau berjalan kaki untuk tiba di sekolah?" atau "Haruskah saya
meneruskan kuliah atau langsung bekerja setelah tamat SMA?" Jika kamu
sering menghadapi dua hal yang harus kamu pilih, artinya kamu dihadapkan pada
biaya peluang. Mengapa demikian? Karena satu pilihan yang kamu ambil menyebabkan
pilihan lainnya tidak dapat kamu kerjakan coba kamu hitung dan bayangkan berapa
banyak biaya peluang yang telah kamu ambil dalam kehidupanmu sehari-hari.
Biaya peluang juga dapat digambarkan
melalui kurva kemungkinan produksi (Production Possibilities Frontier - PPF).
Tabel kemungkinan produksi menunjukkan kombinasi dari dua komoditi yang
dihasilkan oleh masyarakat dengan menggunakan seluruh sumber daya dan teknologi
terbaik yang mereka miliki.Tabel tersebut juga menunjukkan banyaknya komoditi
yang harus dikorbankan agar dapat memproduksi komoditi lain dalam jumlah yang
lebih banyak. Jika suatu tabel kemungkinan produksi diubah dalam bentuk grafik,
kamu akan mendapatkan sebuah kurva kemungkinan produksi (Production
Possibilities Frontier Curve). Berikut ini contoh tabel dan kurva kemungkinan
produksi sandang dan pangan.
Biaya kesempatan (Opportunity Cost) atau
biaya peluang, adalah biaya yang kita terima bila kita memilih suatu kegiatan.
Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif
yang tidak bisa kita lakukan.
Sistem Ekonomi
1. Pengertian Sistem Ekonomi
Seperti
telah dibahas dalam Bab I masalah pokok ekonomi terkait dengan mencari jawaban
tiga pertanyaan what, how, dan for whom. Beberapa
ahli menyatakan bahwa jawaban terhadap ketiga pertanyaan tersebut diatur dalam
sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, seperti yang terlihat dalam
pengertian sistem ekonomi di bawah ini.
Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah
keseluruhan tata cara untuk mengoordinasi-kan perilaku masyarakat (para
konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan
kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya)
sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat
dihindari.
2. Macam-macam Sistem Ekonomi
a. Sistem Ekonomi Komando/Terpusat
(Komunisme/Kolektivisme)
Kita sering mendengar istilah komunisme dan sosialisme. Semula kedua kata
tersebut memiliki pengertian yang sama. Akan tetapi kemudian komunisme dipakai
untuk menyebutkan sosialisme paling radikal, yang menuntut penghapusan total
terhadap hak-hak pribadi.
Sementara
itu, sosialisme adalah ajaran dan gerakan yang menganutnya bahwa keadilan
sosial tercapai melalui penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi
atau suatu keadaan masyarakat yang hak milik pribadi atas alat-alat produksinya
telah dihapus
Sistem ekonomi komando/terpusat/komunisme/kolektivisme atau dalam pembelajaran
ini kita gunakan istilah Sistem Ekonomi Komando diartikan sebagai suatu sistem
dengan kendali yang ketat berada di pihak pemerintahan dalam menentukan
kepemilikan bisnis, laba, dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan.
Ciri-ciri sistem ekonomi komando adalah sebagai
berikut.
1. Semua sumber daya ekonomi dikuasai negara atas nama
rakyat.
2. Seluruh kegiatan produksi diusahakan
bersama. Tidak ada perusahaan swasta yang ada perusahaan negara.
3. Harga dan penyaluran barang ditentukan dan
dikendalikan oleh negara.
4. Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh
pemerintah.
Kapital (pasar murni) sebagai sistem ekonomi
semata-mata mementingkan kapital untuk mendapatkan kapital yang lebih besar
lagi. Adapun ciri-ciri sistem ekonomi pasar bebas adalah sebagai berikut.
1. Semua alat dan sumber produksi
dikuasai oleh perseorangan.
2. Orang bebas
memilih lapangan pekerjaan dan bidang usaha sendiri.
3. Para produsen
bebas menentukan apa dan berapa yang akan diproduksi dengan harapan mendapatkan
laba yang sebesar-besarnya.
4. Campur tangan negara ditiadakan/dibatasi.
5. Ada persaingan antarpengusaha.
|
Kebaikan sistem ekonomi pasar bebas adalah sebagai
berikut.
1. Setiap individu bebas mengatur perekonomian.
2. Setiap individu bebas memiliki alat-alat produksi.
3. Adanya persaingan mengarah ke kemajuan.
4. Produksi berdasarkan apa yang dibutuhkan
masyarakat.
Keburukan sistem ekonomi pasar bebas adalah sebagai
berikut.
1. Menimbulkan eksploitasi.
2. Menimbulkan monopoli.
3. Tidak ada pemerataan pendapatan.
4. Terjadinya ketidakstabilan ekonomi.
c. Sistem Ekonomi Campuran
Dalam sistem ekonomi ini,
pemerintah dan swasta mempunyai peranan yang berimbang dalam kegiatan
ekonomi.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran adalah sebagai
berikut.
1. Gabungan dari sistem ekonomi komando dan sistem
pasar.
2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai
langsung oleh pemerintah.
3. Pemerintah
melakukan intervensi dengan cara membuat peraturan, menetapkan kebijakan
fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan sektor swasta.
4. Peran pemerintah dan swasta berimbang.
|
Dalam sistem ini pemerintah dapat mengatur, mengawasi,
menstabilkan, dan memajukan ekonomi nasional secara keseluruhan dengan cara
mendorong dan membimbing inisiatif swasta dan prakarsa rakyat. Pada umumnya
campur tangan pemerintah dalam perekonomian melalui kebijakan fiskal dan moneter.
Pada saat ini dapat dipastikan tidak ada satu negara
pun yang menganut sistem ekonomi komando ataupun sistem ekonomi pasar secara
murni. Amerika Serikat yang mengikrarkan diri sebagai negara paling kapitalis
tetap saja pemerintahnya ikut mengatur sektor swasta, seperti Lembaga Federal
mengatur keselamatan kerja, kualitas lingkungan, persaingan, dan
kegiatan-kegiatan lainnya.
Negara RRC, yang semula menerapkan sistem komando, sekarang menggunakan
pendekatan pasar bebas yang semakin meningkat setiap saat. Maka tidak heran kita akan sangat mudah menemukan produk-produk Cina
di negara kita.
B. Sistem Demokrasi Ekonomi
Sistem Ekonomi Komando, Sistem Ekonomi Pasar, dan
Sistem Ekonomi Campuran adalah tiga sistem ekonomi yang secara umum dikenal di
seluruh dunia. Bagaimana dengan sistem ekonomi yang berlaku di Indonesia?
Indonesia tidak menganut Sistem Ekonomi Komando, Sistem Ekonomi Pasar, maupun
Sistem Ekonomi Campuran. Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah
Sistem Ekonomi Pancasila, yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi maka
dikenal juga dengan Sistem Demokrasi Ekonomi. Demokrasi Ekonomi berarti bahwa
kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan
pemerintah hasil pemilihan rakyat. Dalam pembangunan ekonomi masyarakat
berperan aktif, sementara pemerintah berkewajiban memberikan arahan dan
bimbingan serta menciptakan iklim yang sehat guna meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Salah satu ciri positif demokrasi ekonomi adalah
potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam
batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Negara sangat mengakui
setiap upaya dan usaha warga negaranya dalam membangun perekonomian.
Landasan pokok perekonomian Indonesia adalah Pasal 33 Ayat 1, 2, 3, dan 4 UUD
1945 hasil Amendemen, yang berbunyi sebagai berikut.
a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama
berdasarkan atas asas kekeluargaan.
b. Cabang-cabang produksi yang penting
bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
c. Bumi, air, dan kekayaan alam yang
terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
d. Perekonomian nasional diselenggarakan
berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi
berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan
menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Selain tercantum dalam penjelasan Pasal 33 UUD 1945,
demokrasi ekonomi tercantum dalam Tap MPRS No. XXII/MPRS/1966 sebagai cita-cita sosial dengan
ciri-cirinya. Selanjutnya, setiap Tap MPR tentang GBHN mencantumkan demokrasi
ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan dengan ciri-ciri positif yang
selalu harus dipupuk dan dikembangkan. Ciri-ciri positif diuraikan dalam
poin-poin berikut:
a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar
atas asas
kekeluargaan.
b. Cabang-cabang produksi yang penting
bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
c. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di
dalamnya dikuasai oleh
negara dan dipergunakan untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
d. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan
atas demokrasi
ekonomi dengan prinsip kebersamaan,
efesiensi berkeadilan, berkelanjutan,
berwawasan lingkungan, kemandirian,
serta dengan menjaga keseimbangan
kemajuan dan kesatuan ekonomi
nasional.
e. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara
digunakan dengan
pemufakatan lembaga-lembaga
perwakilan rakyat.
f. Warga memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan
dan penghidupan yang
layak.
g. Hak milik perseorangan diakui pemanfaatannya tidak
boleh bertentangan
dengan kepentingan masyarakat.
h. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga
negara dikembangkan dalam
batas-batas yang tidak merugikan
kepentingan umum.
i. Fakir
miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
|
Adapun ciri negatif yang harus dihindari dalam sistem
perekonomian kita
karena bersifat kontradiktif dengan nilai-nilai dan kepribadian bangsa
Indonesia
adalah sebagai berikut.
1. Sistem _Free Fight Liberalism_, yang menumbuhkan
eksploitasi manusia dan
bangsa lain.
2. Sistem _Etatisme_, negara sangat dominan serta mematikan
potensi dan daya
kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
3.
Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu
kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.
BAB 3
Perilaku
Konsumen dan Produsen
A. Produksi
Produksi merupakan kegiatan menambah
atau menghasilkan nilai guna suatu barang/ jasa. Macam nilai guna barang :
·
Nilai guna bentuk : Setelah berubah bentuk barang akan
mengalami perubahan nilai guna. Contoh : kayu akan bernilai lebih ketika di
ubah menjadi meja/kursi.
·
Nilai guna waktu : pergeseran atau perbedaan waktu menyebabkan
perubahan nilai barang. contoh : smartphoe pada jaman sekarang adalah kebutuhan
yang harus dipenuhi berbeda pada jaman dahulu smartphone hanya untuk kalangan
tertentu.
·
Nilai guna tempat : perbedaan tempat mengakibatkan perubahan nilai
guna, contoh : pasir di sungi dengan pasir di toko material nilainya akan
berbeda.
·
Nilai guna kepemilikan : perbedaan status kepemilikan
mengakibatkan perubahan nilai guna barang tersebut. contoh : cangkul tidak
berfungsi bagi dokter beda halnya jika dimiliki oleh petani.
Nilai pakai dan nilai tukar barang :
Nilai Pakai : Nilai Pakai Obyektif merupakan
kemampuan dari suatu barang untuk memenuhi kebutuhan setiap orang. nilai
obyektif menurut pemakai relatif sama, contoh : kendaraan yang digunakan
sebagai pengguna mempunyai nilai yang sama. Nilai Pakai Subyektif merupakan
nilai yang diberikan oleh seseorang atas kemampuan suatu barang untuk memenuhi
kebutuhan orang yang bersangkutan. lebih mementingkan prestise, faktor yang
mempengaruhi tinggi rendah nya nilai pakai subyektif adalah tingkat kepercayaan
pemakai terhadap barang yang di pakai. contoh : batu akik.
Nilai Tukar : Nilai Tukar Obyektif merupakan kemampuan suatu
barang ditukarkan dengan barang lain yang tidak dipengaruhi unsur psikologis,
nilai tukar yang diberikan setiap orang relatif sama contoh uang dan emas. Nilai Tukar Subyektif : Nilai yang diberikan oleh
seseorang terhadap suatu barang atau jasa sehubungan dengan barang tersebut
dapat ditukarkan dengan benda lain sehingga dapat memuaskan kebutuhan (Pengaruh
psikologis), contoh : mobil antik.
Faktor produksi dibagi menjadi faktor produksi alam, tenaga kerja, modal dan
kewirausahaan.
Fungsi Produksi dengan satu input variabel
Teori produksi yang sederhana
menggambarkan tentang hubungan diantara tingkat produksi suatu barang dengan
jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi
barang tersebut. Pada umumnya faktor produksi yang dianggap variabel adalah
tenaga kerja, modal,tanah dan teknologi dianggap tetap atau konstan.
Hukum hasil lebih yang semakin
berkurang (Law of dimishing return) : Jika
faktor produksi yang dapat dirubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus
ditambah satu unit, pada mulanya produksi total akan bertambah tetapi pada
tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin menurun dan akhirnya akan
menyebabkan nilai yang negatif . untuk lebih jelasnya perhatikan contoh dibawah
ini :
Tabel tingkat output dalam
berbagai tingkat faktor produksi
Dari tabel diatas dapat digambar grafik dibawah ini :
Grafik yang menunjukkan total
product
Grafik AP dan MP dalam berbagai
input
Dari tabel dan grafik dapat kita
lihat bahwa penambahan input (x) menunjukkan total produksi yang selalu
mengalami peningkatan tetapi pada titik tertentu akan semakin menurun, perilaku
produsen diperlukan ketika menentukan input yang akan digunakan untuk menghasilkan
output yang ingin dicapai untuk mencapi keuntungan maksimum
Fungsi Produksi dengan dua input variabel
Dalam analisi yang berikut
dimisalkan terdapat dua jenis faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya.Kedua
faktor produksi tersebut adalah tenaga kerja dan modal serta kedua faktor
produksi tersebut dapat dipertukar penggunaanya yaitu tenaga kerja dapat
menggantikan modal dan sebaliknya. Kurva produksi sama (isoquant) merupakan kurva yang menggambarkan
gabungan tenaga kerja dan modal yang akan menghasilkan satu tingkat produksi
tertentu, contoh : Seorang pengusaha ingin menghasilkan produksi 1000 unit,
untuk menghasilkan produksi tersebut, pengusaha tersebut dapat menggunakan
tenaga kerja dan modal yang penggunaanya dapat di pertukarkan. Untuk lebih
jelasnya perhatikan grafik dan tabel dibawah ini.
Garis biaya sama (isocost) merupakan
kurva yang menggambarkan gabungan faktor-faktor produksi yang dapat
diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu, contoh upah tenaga kerja
adalah 10.000 dan biaya modal perunit adalah 20.000 sedangkan jumlah uang yang
tersedia adalah 80.000.
Meminimumkan biaya atau memaksimalkan
produksi : Dalam penggabungan dua kurva dapat dijelaskan hal-hal berikut
: Apabila jumlah pengeluaran untuk membiayai produksi sudah ditentukan
keadaan yang bagaimanakah untuk memaksimumkan produksi?Apabila jumlah produksi
yang ingin dicapai telah ditentukan, keadaan yang bagaimanakah yang meminimumkan
biaya?
Memaksimukan Produksi : Misalkan biaya yang dibelanjakan untuk
membeli per unit modal adalah 15.000 upah tenaga kerja 10.000 dan biaya yang
disediakan produsen adalah 300.000. Dengan uang 300.000 sekiranya produsen
dapat membeli faktor produksi saja memperoleh 20 unit modal atau 30 tenaga
kerja.
Meminimumkan Biaya : Misal Produsen ingin memproduksi sebanyak
1500 unit, gabungan yang bagaimanakah yang akan memakan biaya paling murah.
perhatikan gambar dibawah ini :
Cara meningkatkan hasil produksi : Intensifikasi :
cara meningkatkan mutu dan jumlah hasil produksi dengan meningkatkan
produktivitas dan tata cara dalam bekerja tanpa menambah faktor produksi. Ekstensifikasi :
Cara meningkatkan mutu dan hasil dengan menambah jumlah faktor produksi. Spesialisasi
kerja : melakukan pembagian kerja. Mekanisasi :
Pemakaian mesin - mesin yang menghemat waktu kerja
A.
Perilaku Konsumsi
1.
Pengertian Konsumsi
Konsumsi
diartikan sebagai kegiatan manusia mengurangi atau menghabiskan nilai guna
suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan, baik secara berangsur-angsur
maupun sekaligus habis.
2.
Tujuan Konsumsi
Tujuan kegiatan konsumsi adalah untuk
memenuhi kebutuhan hidup secara langsung.
3.
Faktor
faktor yang memengaruhi konsumsi
Pendapatan,harga barang
dan jasa,mode,usia dan jenis kelamin,dan adat istiadat.
4.
Keseimbangan
konsumen
Diperoleh pada saat IC
bersinggungan dengan BL.Apabila IC berada di atas BL,anggaran yang dimiliki
lebih kecil dibandingkan dengan kombinasi barag yang akan dikonsumsi maka tidak
akan mengakibatkan kebutuhan tersebut terpenuhi.Jika IC berda di bawah BL,
optimalisasi konsumsi belum tercapai.Anggaran yanng disediakan lebih besar
dibandingkan dengan kombinasi barang yang dibuat.
Peran
Produsen
Produsen yang mengutamakan kepentingan
masyarakat, dalam kegiatannya memerhatikan hal-hal sebagai berikut.
a. Produsen memperoleh bahan baku dengan cara yang wajar (tidak dikuasai sendiri). b. Produsen memberikan upah yang layak kepada karyawannya dengan memerhatikan kesejahteraannya. c. Kegiatan produksinya tidak mengganggu lingkungan di sekitarnya. d. Produsen mengutamakan keselamatan karyawannya dalam berproduksi. e. Produsen menghasilkan barang yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. f. Kualitas barang yang dihasilkan produsen terjamin. g. Harga barang yang dihasilkan produsen terjangkau oleh daya beli masyarakat. Adapun produsen yang merugikan masyarakat, dalam berproduksi akan melakukan hal-hal sebagai berikut. a. Produsen melakukan penimbunan bahan baku sehingga produsen lain mengalami kesulitan untuk mendapatkannya. b. Dengan alasan efisiensi, produsen membayar upah yang rendah kepada karyawannya dan sering tidak tepat waktu dalam pembayarannya. c. Produsen kurang memerhatikan keselamatan karyawannya. d. Produsen melakukan kegiatan produksi yang menimbulkan pencemaran lingkungan sehingga menyebabkan ongkos social menjadi tinggi. e. Kualitas barang yang dihasilkan produsen rendah, sedangkan harga yang ditawarkan kepada konsumen tinggi. f. Pelayanan produsen kepada karyawan maupun kepada pelanggan kurang memuaskan.
Peran Konsumen
·
Menyediakan faktor-faktor
produksi bagi produsen. Hal ini dapat berupa faktor-faktor produksi misalkan
uang, tanah, tenaga kerja dan modal.
·
Sebagai penerima imbalan jasa
dari penggunaaan faktor-faktor produksi.
·
Konsumen sebagai pemakai,
mengurangi dan menghabiskan barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan
untuk mempertahankan hidup. Dalam hal ini konsumen berperan sebagai pemakai
barang-barang produksi.
·
Sebagai penyalur barang dan jasa.
Dalam hal ini konsumen berperan sebagai distributor. Misalkan ketika berpergian
seseorang membeli barang-barang khas dari daerah yang dituju sebagai buah
tangan.
·
Membayar pajak kepada
pemerintah atau negara. Misalkan pajak pertambahan nilai
sebuah barang dibebankan sebagian kepada konsumen.
A. Pelaku Kegiatan Ekonomi
1.
Rumah Tangga Konsumen
(RTK),
Rumah Tangga Konsumen adalah bagian masyarakat baik individu atau kelompok yang mengkonsumsi barang/jasa guna memenuhi kebutuhan dan pihak yang memiliki faktor-faktor produksi. Peranan RTK atau konsumen antara lain : 1. sebagai pemasok atau penyedia faktor produksi. a. menawarkan factor-faktor produksi berupa : sumber daya alam, sumber daya manusia/ tenaga kerja, modal dan keahlian/skill. b. menerima balas jasa dari rumah tangga lain berupa : sewa, upah/gaji, bunga modal dan laba usaha. 2. Sebagai konsumen atau pemakai barang/jasa. - membeli barang/jasa hasil produksi rumah tangga lain untuk memenuhi kebutuhannya. - membayar barang/jasa yang digunakannya kepada rumah tangga lain yang menghasilkan barang 2. Rumah Tangga Produsen (RTP), Rumah Tangga Produsen adalah bagian masyarakat baik individu maupun kelompok, swasta nasional maupun asing, pemerintah maupun luar negeri yang menghasilkan barang/jasa. Peranan RTP antara lain : a. Sebagai pengguna factor produksi - meminta/membeli factor produksi berupa : sumber daya alam, sumber daya manusia/ tenaga kerja, modal dan keahlian/skill. - membayar balas jasa atas factor produksi yang dipakai kepada RTK berupa : sewa, upah/gaji, bunga modal dan laba usaha. b. Sebagai produsen atau penghasil barang/jasa. - memproduksi barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya. - menjual barang/jasa hasil produksinya kepada rumah tangga lain - menerima hasil penjualan barang/jasa. c. Sebagai agen pembangunan - berperan membantu pemerintah dalam kegiatan pembangunan, misalnya : membuka lapangan kerja, membangun infrastruktur, mensejahterakan karyawan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dll. - diharapkan mampu berkembang seiring dengan perkembangan jaman.
Cultural
flow diagram
BAB 4
PASAR
Pengertian
pasar secara konkret adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual.
Syarat-syarat terbentuknya pasar:
1. Adanya penjual 2. Adanya pembeli 3. Adanya barang atau jasa yang diperjualbelikan 4. Terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli C. BENTUK PASAR a. Pasar menurut Pelayanan dan Kelengkapannya 1.Pasar tradisional Dalam pasar tradisional, pembeli dilayani langsung oleh penjual, sehingga dimungkinkan masih terjadi tawar menawar harga. Contoh pasar Beringharjo di Yogyakarta, pasar Johar di Semarang. 2.Pasar modern Dalam pasar modern, pelayanan dilakukan secara mandiri dan dilayani oleh pramuniaga. b. Pasar menurut Fisik 1.Pasar kongkret/riil, adalah pasar di mana penjual dan pembeli bertemu langsung dan barang yang diperjualbelikan benar-benar ada. Ciri-cirinya: transaksi tunai, barang dapat langsung dibawa,barang yang diperjualbelikan benar-benar ada dan penjual pembeli bertemu langsung. 2.Pasar abstrak, adalah pasar di mana penjual dan pembali tidak bertemu secara langsung dan barang yang diperjualbelikan tidak tersedia secara langsung. Ciri-cirinya: transaksi berlandaskan rasa percaya, penjual pembeli berada di tempat yang berbeda, barang yang diperjualbelikan tidak tersedia (hanya contohnya saja). c. Pasar menurut Waktu Terjadinya
d. Pasar menurut Luas
Wilayah Kegiatannya
e. Pasar menurut Barang yang
Diperjual belikan
f. Pasar menurut Bentuk/Organisasi Pasar
Ciri-cirinya:
2. Pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competition market), adalah pasar di mana jumlah pembeli lebih
banyak daripada jumlah penjual.
Ciri-ciri:
Pasar persaingan tidak sempurna dibedakan
menjadi:
a. Pasar monopoli, adalah pasar yang sepenuhnya dikuasai satu penjual. Contoh: PLN menguasai listrik di Indonesia. Ciri-ciri:
Penyebab timbulnya pasar monopoli:
Hambatan yang terjadi pada pasar monopoli:
b. Pasar duopoli, yaitu pasar yang dikuasai oleh dua penjual.
Contoh: Caltex dan Pertamina menguasai minyak pelumas.
Ciri-ciri:
c. Pasar oligopoli, yaitu pasar yang dikuasai oleh beberapa
penjual. Contoh: Honda, Suzuki, Yamaha, dan Kawasaki menguasai sepeda motor.
Ciri-ciri:
d. Pasar monopolistik, yaitu pasar dimana terdapat banyak
produsen yang menjual barang yang sama tetapi dengan berbagai macam variasi.
Ciri-ciri:
e. Pasar monopsoni, yaitu pasar dimana terdapat banyak penjual
tetapi pembelinya hanya satu.
Ciri-ciri:
a. Golongan Pembeli
Pembeli dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Pembeli marginal, yaitu pembeli yang daya belinya
sama dengan harga keseimbangan/harga pasar.
2. Pembeli submarginal, yaitu pembeli yang daya
belinya di bawah harga pasar.
3. Pembeli supermarginal, yaitu pembeli yang daya
belinya di atas harga pasar.
b. Golongan Penjual
Penjual dapat digolongkan sebagai
berikut:
1. Penjual marginal, yaitu penjual
yang sanggup menjual sama dengan harga pasar
2. Penjual submarginal, yaitu
penjual yang sanggup menjual di atas harga pasar.
3.
Penjual supermarginal, yaitu penjual yang sanggup menjual di bawah harga pasar
MEKANISME PASAR
PERMINTAAN
DAN PENAWARAN
1.
Pengertian Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah
jumlah produk (baik barang maupun jasa) yang diinginkan konsumen pada berbagai
tingkat harga selama jangka waktu tertentu.
Permintaan dapat
digolongkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
a. Permintaan absolut
Permintaan absolut
adalah permintaan yang tidak didukung oleh daya beli, tetapi lebih merupakan
angan-angan. Setiap orang dapat dipastikan mempunyai permintaan absolut.
b. Permintaan potensial
Permintaan
potensial adalah permintaan yang akan diwujudkan dengan sejumlah uang yang
dimiliki. Artinya, permintaan yang didukung daya beli, tetapi belum
dilaksanakan. Misalnya, dengan uang sebesar Rp100.000,00 di tabungan, seseorang
berniat membeli sepatu, dan sedang memikirkan sepatu merk apa yang hendak
dibelinya. Orang-orang yang memiliki permintaan potensial inilah yang biasanya
menjadi sasaran iklan dan berbagai bentuk promosi lainnya.
c. Permintaan efektif
Permintaan efektif
adalah permintaan terhadap barang atau jasa yang dilakukan sesuai dengan daya
beli yang dimiliki. Misalnya, Faris akhirnya membeli sepatu dengan merk X
seharga Rp75.000,00.
Konsep penawaran menunjukkan berbagai jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual di
pasar oleh seseorang atau beberapa orang penjual. Dalam ilmu ekonomi, penawaran
(supply) diartikan sebagai berbagai jumlah barang yang akan dijual di pasar
oleh seseorang atau beberapa orang penjual pada berbagai tingkat harga selama
periode waktu tertentu.
2. Faktor – Faktor Permintaan
Permintaan sangat dipengaruhi oleh
faktor-faktor berikut ini :
1. Harga barang itu sendiri
2. Perubahan harga barang yang berkaitan
3. Pendapatan masyarakat (daya beli masyarakat)
4. Populasi penduduk (banyak sedikitnya jumlah
penduduk)
5. Selera konsumen (minat/keinginan masyarakat)
6. Adanya barang pengganti (subtitusi)
7. Tingkat kebutuhan terhadap suatu macam barang
(intensitas kebutuhan)
8. Mode (trend)
2. Faktor yang Memengaruhi Penawaran
a. Harga Barang Itu Sendiri
b. Biaya Produksi
c. Tingkat Teknologi
d. Kebijakan Pemerintah
e. Faktor Alam
HUKUM PERMINTAAN
DAN PENAWARAN
1. Hukum Permintaan
dan Asumsi yang Mendasarinya
Hukum permintaan merupakan rumusan yang
menjelaskan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang yang diminta
pada jumlah barang yang diminta merupakan variabel yang dipengaruhinya.
Hukum permintaan berbunyi:
“Jika harga suatu barang naik, jumlah
barang yang diminta per unit waktu akan turun. Begitu sebaliknya, jika
harga suatu barang turun, jumlah barang yang diminta per unit waktu akan naik.”
Adapun asumsi yang mendasari hukum
permintaan adalah faktor-faktor lain selain harga yang memengaruhi jumlah
barang yang diminta dalam keadaan tetap sama (ceteris paribus). Keadaan
lain yang harus tetap sama antara lain pendapatan konsumen, harga barang,
dan selera konsumen. Acuan dari semua permintaan adalah kebutuhan individu.
Namun, dalam analisis harga dan jumlah barang diminta yang menjadi acuan adalah
permintaan pasar yaitu penjumlahan total dari semua permintaan individu.
D adalah kurva permintaan semula, D’ adalah kurva
permintaan setelah pendapatan naik, dan D” adalah kurva permintaan setelah
pendapatan turun. Selain dapat digambarkan dalam kurva, hubungan antara harga
dan jumlah barang yang diminta juga dapat dirumuskan secara matematis dalam
sebuah fungsi permintaan. Melalui fungsi permintaan, dapat diketahui hubungan
antara variabel bebas (independent variable) yaitu harga dan variabel tidak
bebas (dependent variable), yaitu jumlah barang yang diminta, dengan asumsi
faktor-faktor lain tetap.
![]()
2. Hukum Penawaran dan Asumsi yang Mendasarinya
Hukum penawaran merupakan rumusan yang
menjelaskan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang yang
ditawarkan perusahaan pada berbagai tingkat harga selama jangka waktu tertentu.
Dalam hal ini, harga barang merupakan variabel yang berpengaruh. Adapun jumlah
barang yang ditawarkan merupakan variabel yang dipengaruhi.
Hukum penawaran berbunyi:
“Jika harga suatu barang naik, ceteris paribus (keadaan lain tetap sama), jumah
barang yang ditawarkan per unit waktu akan bertambah. Begitu sebaliknya, jika
harga suatu barang turun, ceteris paribus, jumlah barang yang ditawarkan per
unit waktu akan turun.”
Asumsi yang mendasari hukum penawaran adalah faktor-faktor lain selain harga
yang memengaruhi jumlah barang yang ditawarkan ceteris paribus. Faktor-faktor
lain yang harus tetap sama antara lain biaya produksi, harga barang lain, dan
tingkat teknologi. Hal yang dianalisis pada penawaran konsumen adalah hubungan
jumlah barang yang ditawarkan dengan harga pasar atau hubungan antara harga
pasar dan jumlah barang yang akan diproduksi dan dijual, dengan asumsi keadaan
lain tetap tidak berubah.
Jika diperhatikan kurva penawaran
memiliki kemiringan (slope) yang bergerak ke atas, yaitu bergerak dari kiri
bawah ke kanan atas karena terdapat hubungan yang positif atau searah antara
harga dan jumlah barang yang ditawarkan, yaitu semakin tinggi harga, semakin
banyak jumlah barang yang ditawarkan.
![]()
Elastisitas
Permintaan
Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang diminta atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang. Sedangkan besar kecilnya perubahan tersebut dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau angka elastisitas yang disingkat E, yang dinyatakan dengan rumus berikut ini.
Keterangan:
ΔQ : perubahan jumlah permintaan ΔP : perubahan harga barang P : harga mula-mula Q : jumlah permintaan mula-mula Ed : elastisitas permintaan Contoh: Pada saat harga Rp400,00 jumlah barang yang diminta 30 unit, kemudian harga turun menjadi Rp360,00 jumlah barang yang diminta 60 unit. Hitunglah besar koefisien elastisitasnya!
Jawab:
a. Macam-Macam Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan terdiri atas lima macam.
Keterangan:
% ΔQd = Persentase perubahan jumlah barang yang diminta % ΔPd = Persentase perubahan harga barang
Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaraan (elasticity of supply) adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang ditawarkan atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang. Adapun yang dimaksud koefisien elastisitas penawaran adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara perubahan jumlah barang yang ditawarkan dengan perubahan harganya. Besar kecilnya koefisien elastisitas penawaran dapat dihitung dapat dengan rumus sebagai berkut.
Keterangan:
ΔQ : perubahan jumlah penawaran ΔP : perubahan harga barang P : harga barang mula-mula Q : jumlah penawaran mula-mula Es : elastisitas penawaran
Contoh:
Pada saat harga Rp500,00 jumlah barang yang ditawarkan 40 unit, kemudian harga turun menjadi Rp300,00 jumlah barang yang ditawarkan 32 unit. Hitunglah besarnya koefisien elastisitas penawarannya!
Jawab:
a. Macam-Macam Elastisitas Penawaran
Seperti halnya elastisitas permintaan, elastisitas penawaran juga terdapat lima macam, yaitu:
Keterangan:
% ΔQs : Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan % ΔPs : Persentase perubahan harga barang
Jenis jenis
elastisitas
a.
Elastisitas
pendapatan
b.
Elastisitas
permintaan
c.
Elastisitas
silang
d.
Elastisitas
titik
SELESAI
SEMOGA BERMANFAAT
|











Tidak ada komentar:
Posting Komentar